Memilih Tempat Bersalin

Agustus 7, 2009 pada 6:10 pm | Ditulis dalam ASIX, persalinan | Tinggalkan Komentar

Bukan perkara mudah mencari tempat bersalin yang “sesuai” dengan harapan kita. Tak bisa juga kita mempercayakan begitu saja pada tempat yang sudah kita pilih tanpa alasan-alasan yang jelas. Tak bijak kita mempercayakan pada “yang sudah ahli” tanpa kita sendiripun mencari yang terbaik untuk kita, terlebih untuk calon anak kita, untuk anak kita. Ini bukan perkara mahal atau tidaknya tempat tersebut, bukan juga perkara ‘bergengsi” atau tidaknya tempat tersebut, pun senior atau junior dokter tersebut. bukan. Tapi, perkara apakah Rumah sakit, rumah bersalin, atau tempat bersalin itu “sayang bayi” atau tidak? Apa sih maksudnya “sayang bayi”? Artinya apakah di tempat itu bukan hanya mengutamakan kesehatan ibu saat melahirkan tapi juga kesehatan bayi melalui penginformasian ASI secara benar, memberi waktu bagi si ibu untuk menyusui bayinya? Pun, menyatukan ruangan antara ibu dan bayinya (rawat gabung), dan yang terpenting tidak memberikan susu formula kepada bayi yang baru dilahirkan.

Jadi, persiapan untuk melahirkan dan bagaimana memberikan yang terbaik untuk buah hati kita sangat dibutuhkan. Coba lihat dulu ini. Harus terus update informasi mulai dari banyak tanya, banyak baca, banyak nanya mbah google, ikut-ikut milist, ikutan seminar, dst.

Lalu selanjutnya searching tempat bersalin. Nah, biar enak jauh-jauh hari kita harus udah controlnya sama dokter or bidan ditempat bersalin tersebut. Biar gampang diajak diskusi dan bisa negosiasi.

Air Ketuban Hijau

Juni 26, 2009 pada 4:34 pm | Ditulis dalam persalinan | Tinggalkan Komentar

Setelah IMD, waktunya anakku dibersihkan, ditimbang, dst.. Dokter memanggil suami. Ternyata air ketubanku berwarna hijau. Itu artinya ada suatu masalah. Anakku ditahan untuk diperiksa terlebih dahulu. Awalnya aku minta rawat gabung agar aku dengan mudah memberi ASI dan mengenal ritme hidup, serta membuatnya lebih mampu beradaptasi dan bertahan hidup.
Suster menjanjikan butuh waktu 3 jam saja hasilnya keluar. Aku menunggu di kamar dengan penuh harapan. Berharap tidak ada masalah dengan anakku. Alhamdulillah hasilnya normal. Tapi, dokter menyarankan untuk dikasih antibiotik saja. Awalnya bingung. Kasian. Baru lahir sudah diberi antibiotik. Antibiotik bisa membunuh bakteri-bakteri yang dibutuhkannya. Tapi, karena keterbatasan akhirnya kuserahkan saja pada dokter. Akhirnya bayi kecilku diberi antibiotik.
Mohon ada yang kasih comment, apa ini adalah tindakan yang tepat?

Inisiasi Menyusui Dini

Juni 26, 2009 pada 4:11 pm | Ditulis dalam persalinan | Tinggalkan Komentar

2 februari 2009 jam 14.29, terlahir seorang bayi laki-laki. Aku, ibunya merasa haru ketika pertama melihatnya. Ia yang selama ini di dalam perutku. Subhanallah. Aku terpana melihatnya. Bayi mungil yang tak berdosa. Lalu, aku segera meminta pada dokter yang sebelumnya telah membuat kesepakatan, untuk melakukan IMD , Inisiasi Menyusui Dini. Alhamdulillah, segera setelah ari-ari dipotong, anakku disimpan di dadaku (kulit ketemu kulit) sambil dipakaikan selimut. Akhirnya aku bisa mendekapnya. Subhanallah. Rasanya sungguh menakjubkan. Lalu, aku bisa mempraktekkan apa yang kudapatkan waktu seminar.
Pertama, anakku yang masih menangis langsung terdiam. Untuk beberapa saat ia hanya terdiam.
Kedua, setelah sekitar 20 menit ia mulai bergerak ia jilati tangannya yang bau air ketuban,
Ketiga, ia mulai bergerak menjejalkan kaki-kakinya di perutku, merayap, tangannya mencoba menggapai payudaraku,
Ketiga, akhirnya ia temukan puting di mulutnya dan ia mulai menghisap puting.
Alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa merangsangnya untuk menyusui dengan baik serta mendukung keberhasilan ASI Eksklusif.
Alasan IMD(berikut ringkasan yang masih teringat ketika mengikuti kelas ASI. Maaf makalahnya dipinjamkan ke teman, jadi nggak bisa menyampaikan lebih detail, dan mungkin ada yang kelewat.):
Pertama, Dengan menyusui dalam SATU jam setelah bayi lahir, dapat mencegah kematian SATU juta bayi baru-lahir.
Kedua, Dengan IMD, dapat mencegah pendarahan pada ibu
Ketiga, dengan IMD dapat merangsang refleks hisap bayi, sehingga bayi dapat menyusui dengan baik.
Keempat, membantu bayi mudah beradaptasi dengan lingkungannya, karena ibunya lah yang paling ia kenal semenjak dalam kandungan,
Kelima, Mendukung keberhasilan ASI Eksklusif.

Di Rumah Sakit Al Islam Bandung

Juni 24, 2009 pada 3:29 pm | Ditulis dalam persalinan | Tinggalkan Komentar

2 februari 2009 Jam 14.29
Selamat datang Anakku…
Tangis pertamamu begitu menakjubkan. Anugerah yang begitu indah. Subhanallah… tangis yang indah. Awal kehidupanmu di dunia. Tangis yang mampu menggantikan segala rasa sakit. Sungguh perjuangan yang menakjubkan.
Sayangku inilah tempat kau hidup sekarang. Dunia yang penuh tantangan. Semoga kita bisa menghadapi dunia ini…. menghadapi dunia yang akan mengantar kita ke syurga atau neraka. Tergantung bagaimana perbuatan kita di dunia. Semoga kita bisa jadi ahli ibadah yang menjadikan dunia hanya sebagai sarana pendekatan diri pada Allah. Bukan jadikan dunia segala-galanya, bukan pula menjadikan dunia sebagai tujuan. Akheratlah tujuan kta. Karena Allah lah tempat kembali.
(Anakku lahir dengan normal. Berat badan 3,3 kg, Tinggi badan 52 cm, dan Lingkar kepala 34 cm.)

Tanda-tanda Persalinan

Juni 24, 2009 pada 3:04 pm | Ditulis dalam persalinan | Tinggalkan Komentar

Aku akan menceritakan tentang pengalamanku dalam proses persalinan. Walaupun kondisi setiap orang berbeda-beda, namun aku bertanya ke beberapa orang yang sudah berpengalaman, pada umumnya memiliki tanda-tanda yang sama.
Berikut adalah pengalaman ketika menuju persalinan
1.Adanya bercak merah yang keluar melalui vagina. Bercak merah ini serupa dengan bercak merah yang keluar pada pertama kali haid.
Sore itu, minggu 1 februari 2009 jam 16.00 wib bangun tidur aku menemukan bercak merah di celana dalamku. Aku cukup gelisah. Jangan-jangan sudah saatnya melahirkan. Waktu itu usia kehamilanku tepat menginjak minggu ke-38. Saat itu belum terasa mulas di perutku. Menurut beberapa pendapat, kalau mulasnya sudah lima menit sekali barulah segera ke rumah sakit/RSB/Bidan. Waktu itu aku belum mau ke rumah sakit. Hanya saja, ibu mertuaku yang menangkap kegelisahanku jadi lebih panik dan menyarankan aku segera ke rumah sakit. Aku telepon DSOg ku, sarannya periksa dulu saja ke bidan. Jadi, waktu itu aku pergi ke bidan. Kata bidannya baru pembukaan 2. jadi, pulang dulu. Apalagi mulasnya belum ada.
2.Terasa mulas.
Akhirnya ada juga mulasnya. Tapi, masih ragu-ragu juga. Karena ini pengalaman pertama. Mulasnya kaya mulas mau haid, seperti ada yang terdorong ke vagina “nyelekit”. Sakit banget. Tapi, awalnya sakitnya sebentar, terus hilang sakitnya, setengah jam kemudian ada lagi sakitnya, hilang lagi, ada lagi. Sampai tertidur. Dan bangun jam 02.00 sudah mulai 20 menit sekali sakitnya. Aku sholat malam sambil terus berdoa. Jam 04.30 jaraknya sudah sekitar 15 menitan. Habis sholat shubuh nelepon dsog, disuruh langsung ke rumah sakit. Tapi, waktu itu ngantuk. Malah tidur dulu. Jam 07.30 baru siap-siap ke rumah sakit. Sarapan di jalan. Sampai rumah sakit jam 09.00. Terus diperiksa. Ternyata sudah pembukaan 5-6. Artinya sebentar lagi melahirkan. 1 jam bertambah 1 pembukaan. Pembukaan lengkap pembukaan 10. Waktu pembukaan 5-6 kata dokternya jalan-jalan dulu aja. Awalnya masih kuat jalan selangkah dua langkah. Lama kelamaan sudah nggak kuat.
3.Pembukaan 7-8 (jam 13.00)
4.Dibawa ke ruang bersalin.(awalnya di ruang transfer, dari UGD masuk ke ruang transfer).
Ketuban dipecahkan. Disuntik. Kayanya suntik perangsang mulas. Nah ini dia saat-saat mendebarkan. Mulasnya hampir tak ada jeda. Subhanallah. Aku hanya bisa melirih ”Ya Allah.. Ya Allah” Sambil kugenggam erat tangan suami (konon katanya suami kudu siap-siap dicubit, dicakar saat persalinan. Alhamdulillah aku tidak melakukannya. Heheee…)
Setelah beberapa kali ngeden, terus digunting, akhirnya dengan dibantu didorong perutnya sama Bidan alhamdulillah lahirlah seorang bayi laki-laki. Alhamdulillah ya Allah… Sungguh luar biasa menakjubkan… Betapa Maha Besarnya Engkau… Dan aku, dirinya, semua orang ada di tanganMU….

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.