Kuning (Jaundice)
Agustus 9, 2009 pada 1:12 pm | Ditulis dalam Bayi Kuning, kalau anak sakit, Muhammad Raizan Dhiyya Addien, perawatan anak | Tinggalkan Komentar
Di usia hari ke-8 bilirubin Raizan sampai 13,9. Cukup tinggi. seperti yang saya baca disini Bilirubin adalah produk utama dari penguraian sel darah merah yang tua. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan pada cairan empedu. Sebagaimana hati menjadi semakin rusak, bilirubin total akan meningkat. Sebagian dari bilirubin total termetabolisme, dan bagian ini disebut sebagai bilirubin langsung. Bila bagian ini mengingkat, penyebab biasanya di luar hati. Bila bilirubin langsung adalah rendah sementara bilirubin total tinggi, hal ini menunjukkan kerusakan pada hati atau pada saluran cairan empedu dalam hati. Bilirubin mengandung bahan pewarna, yang memberi warna pada kotoran. Bila tingkatnya sangat tinggi, kulit dan mata dapat menjadi kuning, yang mengakibatkan gejala ikterus.
Saat bayi dalam kandungan bilirubin indirek akan dibuang melalui plasenta selanjutnya oleh organ Hati si Ibu akan diolah menjadi bilirubin direk untuk dibawa ke usus selanjutnya dibuang lewat tinja. Tetapi setelah bayi lahir proses tersebut diatas akan dilakukan oleh organ Hati si bayi. Karena fungsi hatinya belum sempurna, proses ini akan berjalan lambat sehingga bilirubin indirek tetap tinggi di dalam darah. Bilirubin indirek inilah yang masuk ke jaringan termasuk jaringan kulit sehingga bayi kelihatan kuning mulai dari badan sampai ke ujung kaki tergantung dari derajat tinggi kadar bilirubinnya.. Selain kulit bayi terlihat kuning, putih mata si kecil juga terlihat kuning.
Penyakit kuning pada bayi ada yang bersifat fisiologis (normal) maupun patologis. Pada bayi normal umumnya kuning terjadi sekitar 3-4 hari setelah lahir, kadar bilirubin pelan-pelan menurun seiring dengan bertambah sempurnanya fungsi organ Hatinya. Pada hari ke tujuh s.d empat belas, bayi biasanya sudah tidak kuning lagi. Inilah penyakit kuning yang disebut fisiologis (normal). Kondisi ini tidak berbahaya bagi bayi. Jenis penyakit kuning yang patologis umumnys timbul pada 24 jam setelah lahir dan peningkatan kadar bilirubin berlangsung lebih cepat. Jenis penyakit kuning yang patologis ini bisa disebabkan oleh karena adanya infeksi, ketidakcocokan golongan darah si Ibu dan si bayi, serta bisa disebabkan oleh kurangnya enzim G6PD (Glukosa 6 Phosphate Dehidrogenase). Enzim ini terdapat dalam dinding sel darah merah yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel darah merah.
Kuning karena ketidakcocokan golongan darah terjadi seandainya si Ibu bergolongan darah O sedangkan si bayi golongan darah A atau B. Ketidakcocokan juga terjadi jika golongan darah ibu rhesus negatif sedangkan si bayi rhesus positif.
Well, Raizan difototerapi. Padahal menurut info yang saya baca disini, Raizan nggak perlu fototerapi. Emang banyak kelirumonologi dalam masalah kuning ini. Seperti yang dikatakan Dr.Wati yang saya dapatkan Disini berikut kelirumonologi dari kuning :
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} EmannnPertama, bilirubin 10 … langsung foto terapi, Padahal, yang bahaya kuning di 24 jam pertama. Titik!As simple as that!Kita aja yang bikin jadi complicated dan “mengerikan”Padahal, yang bahaya kan kuning pada bayi sakit berat (sepsis) atau pada bayiprematur.Jadi .. coba lihat tabel dan grafik kapan mesti consider phototerapy, kapan mesti phototherapy Bayi cukup bulan, bilirubin 13 hari ke 3 tapi anaknya nangisnya bagunin tetangga, ngisep kuat … ya pulang!!
Kelirumologi kedua …. Bayi baru lahir otomatis diperiksa bilirubin. Padahal,setiap mencucukkan jarum, kita potensial memasukkan infeksi. Kita hanya periksa kalau kuningnya muncul sebelum usia 24 jam … atau kalau kuning banget.
Kelirumologi ketiga, suruh kontrol usia 7 hari, kelihatan masih kuning, periksa bilirubin lagi!Kalau di atas 10, suruh terapi sinar. Padahal, yang penting adalah perilaku dan tangis si bayi.17 sekalipun kalau anaknya aktif ya sudah saja …. kan breastmilk jaundice bisa sampai 1 bulan lebih.
Kelirumologi keempat, dikasih obat puyer … kebanyakan sih isinya Questran yang kayak bubur itu …. padahal itu obat buat nurunin kolesterol … Gak nyambung kan!
Kelirumologi kelima … nih yang paling parah dan gak akan terjadi di belahan dunia manapun …. diberi ALBUMIN!!!Sedikitnya ada 2 RS di Jakarta yang memberikan albumin pada bayi kuning ….padahal albumin hanya diberikan untuk:
1. Luka bakar yang parah
2. Sirosis hati dengan asites yang hebat (cairan menumpuk di perut)
3. Sindrom nefrotik (kelainan ginjal)Padahal, efek samping albumin tuh ngeri. antara lain, DIC, edem paru.
Kelirumologi keenam bayi dijemur.
Ada penyesalan juga Raizan difoto terapi. Tapi, saya yakin ini memang yang terbaik dari Allah. but, untuk ke depan, kalau punya anak mau bener-bener mempersiapkan semuanya. Emang sih, saya yang bukan dokter ini kadang bingung kalau dihadapkan pada anjuran dokter yang tidak sesuai dengan pengetahuan yang saya dapat. Jadi, kadang saking takutnya nurut saja. Tapi, mudah-mudahan ke depan lebih kuat. Bayi kuning bukan di 24 jam pertama, obatnya adalah ASI ASI ASI ASI… sudah banyak yang membuktikan. Dengan ASI saja cukup.
Anak flu? Ga usah buru2 ke dokter
Agustus 7, 2009 pada 5:14 pm | Ditulis dalam kalau anak sakit, perawatan anak | Tinggalkan Komentarsumber fbnya Evariny Andriana
Mudah-mudahan nggak keberatan diposting di sini ya…
Beberapa waktu lalu aku janji buat masukin artikel ttg common colds disini, tapi berhubung artikelnya entah ada dimana, jadi aku tulis yg aku inget aja ya.
Flu, batuk, pilek, idung meler itu gejala2 langganan buat anak. Rasanya ngga afdol kalo anak ngga pake meler2…
kadang sampe demam. Biasanya orang tua langsung panic mode. Yah bisa ngerti khan… Afterall itu udah satu paket di job desc jadi orang tua.
Mungkin karena panik itu, orang tua jadi dikit2 ke dokter. Boke dong. Mending kalo dokternya komunikatif dan rasional dalam ngasih obat (RUD). Kalo dokternya model2 yg dikit2 ngasih antibiotik gimana coba? Jangan salah ya… Aku juga lagi raka masih bayi, demen banget sowan ke dokter anak. Tapi setelah banyak gaul dan banyak baca, jadi hemat deh. Ke dokter cuma kalo perlu imunisasi aja
Flu itu adalah hal yg biasa… Makanya disebut sebagai common colds, dan sebenernya bisa sembuh hanya dengan home treatment. Kecuali gejalanya mengarah ke flu burung atau flu babi yah! Kalo cuma berawal dari batuk2, idung meler.. Kita observasi aja dan home treatment.
Home treatment semacam apa? Nah yg harus kita tau dulu, flu itu bukan karena bakteri, tapi karena virus. Jadi obatnya adalah daya tahan tubuh sendiri. Bukan antibiotik! Lalu gimana dengan obat2an flu dan batuk yg beredar di pasaran? Itu bukan untuk menyembuhkan lho… Tapi mengurangi gejala. Kalo gejalanya udah ilang tapi virusnya ternyata masih ada gimana dong? Ya artinya anak belum sembuh… Virusnya cuma “diem”, tapi tetep dipiara. Akibatnya nanti akan lebih gampang lagi sakit flu berulang2.
Jadi rumus utk flu biasa, bukan “obat apa” tapi “gimana cara naikin daya tahan tubuh”. Tentu saja yg alami tetep terbaik dong… Makan makanan bergizi, minum jus, kasih yg banyak mengandung vitamin, terutama vit c (buat daya tahan tubuh). Kalo belom puas, daripada ngasih obat, mending kasih vitamin c dan penambah daya tahan tubuh seperti madu, atau echinacea dan sejenisnya (imboost, imunos, stimuno, divens, dsb).
Lalu gimana buat ngilangin meler2nya? Dahaknya? Penderitaannya? Meler, dahak dan segala jenis reaksi tubuh, artinya daya tahan tubuhnya lagi perang.. Virus2nya dibuang pake dahak atau meler2nya itu. Kasian ya kalo idungnya mampet? Kasian kalo dia batuk2 sampe muntah. Well… Itulah resikonya. Apalagi anak2 belum bisa ngeluarin dahaknya sendiri, jadi dahak terbuang liwat muntahnya itu atau pup-nya. Kalo idungnya mampet, kita bisa tetesi cairan Nacl (merk dagang-nya breathy). Bisa juga kita olesi dada dan punggungnya dgn balsem anak spt copal atau transpulmin bb (buat bayi).
Lalu home treatment yg bisa sangat membantu buat ngeluarin dahak, adalah dengan di-uap. Ngga perlu nebulizer atau humidifier yg pake obat spt vicks kok. Cukup termos panas yg digodok mendidih sambil ditetesi minyak kayu putih. Jangan lupa matiin ac ya. Alternatif lain? Bisa menggunakan aromatherapy dengan wangi eucalyptus. Ini adalah jenis aromatherapy yg bermanfaat buat melegakan pernafasan.
Jangan lupa juga perbanyak minum air putih ya… Supaya dahaknya cepet keluar.
Kalo anak sampe demam gimana? Perlu ke dokter kah? Kalo awal2nya udah ada gejala flu duluan, kemungkinan besar demam muncul karena daya tahan tubuhnya lagi perang. Selama demam nggak berkepanjangan (lebih dari 72 jam) dengan temperatur di bawah 38.5, ngga usah kuatir dulu ya. Boleh disiapkan paracetamol kalo anak mulai rewel dan ga nyaman krn demam. Tapi di bawah suhu 38.5 biasanya ngga terlalu membutuhkan paracetamol kok. Jangan lupa untuk selalu dipantau ya… Kalo demam lebih dari 72 jam, sebaiknya bawa ke dokter dan minta tes darah. Karena sifat virus biasanya emang “ngasih” demam sampe 72 jam ke atas.
Obat paling mujarab buat flu juga adalah istirahat! Tidur! Selain biar tubuh cepet sehat, alasan lain ya biar virusnya ngga nyebar kemana2 lah
Gimana kalo flu-nya ga sembuh2 sampe 2 mingguan.. Bahkan sebulan?? Wajar banget kalo buat anak2. Apalagi yg punya kecenderungan alergi, sembuhnya bisa lama. Tapi kalo daya tahan tubuhnya kuat, 3-5 hari biasanya udah sembuh tanpa obat. Kalo memang ga yakin, takut anaknya mungkin kena tbc atau yg lain, silahkan ke dokter, tapi jangan lupa baca dulu gejala2 tbc yg bener ya.
So, kesimpulannya buat flu anak… Ga usah panik, ga perlu buru2 ke dokter. Obatnya cuma istirahat, banyak minum, makan yg bergizi, vitamin dan tingkatkan daya tahan tubuh. Kurangi “penderitaan” dengan di-uap, tetesi hidung dengan nacl, olesi balsem, atau aromatherapy eucalyptus.
Semoga berguna ya
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.