Darimana asal kata NARSIS?

Januari 23, 2010 pada 5:16 pm | Ditulis dalam dongeng/kisah, pendidikan | 2 Komentar
Kaitkata: ,

hihii.. nah lho, dari mana ya asal kata NARSIS? cek di kamus bahasa Indonesia ada ngga ya? belum pernah nyari sih. Hwuhehee…
nah, ada hikmahnya juga lho nyeritain si sayang Raizan. si emak jadi banyak oh-oh-oh… alias baru tau sesuatu.. xixixiii…
Lanjutkan Membaca Darimana asal kata NARSIS?…

manja ke kakek

Januari 22, 2010 pada 12:59 pm | Ditulis dalam cerita kita, Muhammad Raizan Dhiyya Addien, pendidikan | 2 Komentar

hm.. lagi lumayan “rieut”. raizan kalo liat kakeknya jadi manjaaa banget. heuu.. klo misalnya ga ada kakeknya, lg dibawa org, manjanya ke umi.
yang kesel, kalo liat kakek, langsung minta gendong. ambil gendongan kasihin ke kakek, atau ambil kunci mobil minta keluar ke mobil. Ckckck… atau kalau liat payung, minta pake payung bolak-balik halaman rumah. hmm dasar anak kecil. pgnnya aneh-aneh.. Lanjutkan Membaca manja ke kakek…

membuat anak mencintai buku

Juli 1, 2009 pada 4:55 pm | Ditulis dalam keluarga, pendidikan | Tinggalkan Komentar

buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, kita dapat mengetahui banyak hal. Kita bisa menjelajah dunia. kita bisa membayang seakan berada di negara atau dunia lain.
oleh sebab itu, sangat penting membuat anak mencintai buku. mengajarkan anak untuk mencintai buku harus dimulai sejak dini. agar anak terbiasa dengan buku.
Berikut langkah-langkah agar anak mencintai buku.
pertama, sejak dalam kandungan sudah dapat diajarkan mencintai buku. Caranya dengan dibacakan cerita setiap hari. Meski belum lahir, bayi dalam kandungan bisa dirangsang dengan banyak dibacakan cerita, diperdengarkan musik klasik, atau bacaan al-qur’an.
kedua, setelah lahir biasakan kelilingi anak dengan buku. Berikan anak buku-buku yang tebal.
Ketiga, terus bacakan cerita untuk anak
keempat, ajarkan anak membaca.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.