CeeS with Kakek Sapan
Februari 21, 2010 pada 4:17 pm | Ditulis dalam dongeng/kisah, keluarga, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan KomentarHeheee ini dia, CeeSnya Raizan. Hmmm… apet pisan ke kakeknya. Kalo kakeknya datang, ampyuunnn deh….pengennya digendong. Hm… kalo udah gini, ada untung dan ruginya juga lho..
Lanjutkan Membaca CeeS with Kakek Sapan…
first teeths
Februari 16, 2010 pada 2:23 pm | Ditulis dalam cerita kita, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan KomentarRaizan likes this song”D’Masiv – Jangan Menyerah”
Februari 5, 2010 pada 7:08 pm | Ditulis dalam cerita kita, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan Komentarhihiii.. Raizan lucu deh kalo denger lagu D’MASIV. baru intronya aja, tangannya udah diangkat2. sambil pantatnya diangkat2 jg. xixixi… 
Lanjutkan Membaca Raizan likes this song”D’Masiv – Jangan Menyerah”…
alhamdulillah lumayan semangat belajar jalan
Januari 23, 2010 pada 6:12 pm | Ditulis dalam Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan Komentarkemaren2 agak males tuh belajar jalan. hari ini lumayan. pagi-pagi mau dipapah sampe rumah tetangga… alhamdulillah. acungin jempol for Raizan. I love U…
manja ke kakek
Januari 22, 2010 pada 12:59 pm | Ditulis dalam cerita kita, Muhammad Raizan Dhiyya Addien, pendidikan | 2 Komentarhm.. lagi lumayan “rieut”. raizan kalo liat kakeknya jadi manjaaa banget. heuu.. klo misalnya ga ada kakeknya, lg dibawa org, manjanya ke umi.
yang kesel, kalo liat kakek, langsung minta gendong. ambil gendongan kasihin ke kakek, atau ambil kunci mobil minta keluar ke mobil. Ckckck… atau kalau liat payung, minta pake payung bolak-balik halaman rumah. hmm dasar anak kecil. pgnnya aneh-aneh.. Lanjutkan Membaca manja ke kakek…
CMV pada bayi
Agustus 18, 2009 pada 1:59 pm | Ditulis dalam CMV, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan KomentarRaizan ditest CMV waktu umur 2 bulan. Hasilnya adalah positif 209. Kaget banget. Sempet ada takut. dan, ngeliat hasilnya segitu, aku dan suami sempet tegang dan saling terdiam tak ingin memulai perbincangan saking takutnya. Lalu, waktu itu nelpon temen yang pernah cerita waktu hamil igg dan igm rubella positif. Anaknya lahir normal alhamdulillah. dan, tak perlu test rubella. usianya sekarang sekitar 8-9 bulanan.
Lalu, kenapa Raizan harus test segala? dan, dokter menyarankan untuk test ulang di bulan ke-6 untuk melihat apakah ada penurunan atau kenaikan. Kalau turun, berarti tak ada masalah. hanya trans plasenta. turun lewat plasenta ibu. Kalau misalnya ada kenaikan artinya anaknya memang kena infeksi.
kemarin diskusi ringan dengan seorang yang sudah lebih pengalaman. bisa dibilang konselor ASI.
Begini diskusinya… aku copy pastekan :
Wanty : W test cmv iggnya positif… raizan juga iggnya positif
Dinny: Kenapa Raizan juga ditest?
Wanty : disuruh dokternya
Dinny : Diagnosanya apa?
Wanty : Nggak ada diagnosa. Raizan baik-baik aja.
Dinny : Kenapa Raizan suruh test juga? diagnosanya apa sampai Raizan disuruh test juga?
Wanty : Cuman untuk memastikan
Dinny : Emang kenapa harus dipastikan?
Wanty : katanya biasanya kalau ibunya kena, bisa turun ke anak.
Dinny : itu nilai igg ya? nilai masa lalu. Gimana igmnya?
Wanty :igm w mah negatif raizan cuma test igg
Dinny :”periksa TORCH … kalau IgG positif .. antibodi itu biasanya merupakan antibodi ibunya yang masuk ke bayimu melalui plasenta IgG gak berarti anakmu sakit (btw yang positif apa sih? bukan IGM tokso?) Kalau pun IgM CMV positif, tapi liver semuanya oke, ya gak butuh terapi apapun CMV dan rubella kan virus, gak ada obatnya.” itu jawaban dr wati d arsip2 milis sehat ya gak ada yang perlu dikhawatirkan dan gak perlu periksa TORCH or apapun yang penting anakmu normal dalam kesehariannya kan?
“Seperti dikemukakan di artikel yang diposting Dr Anto, sedikiiit sekali bayi yang terinfeksi CMV. Di Indonesia, kita belum bisa mendianosis CMV dengan akurat (harusnya dengan kultur urin dan melihat virusnya bukan dari pemeriksaan serologi IgG dan IgM). Jadi, di Indonesia, sering overdiagnosed
kedua
diagnosisnya apa siy wan? bingung saya.
Wanty : ga ada masalah kok teh sama perkembangan Raizan. Raizan kayanya normal. 6 bulan sudah tengkurep dan merayap, ngoceh, jerit-jerit, teriak-teriak, ketawa-ketawa ngekeh.
Dinny : kalo tau diagnosisnya apalagi dlm bahasa medis kita bisa sama2 belajar, nah itu nggak ada masalah. menurut saya sih fine2 saja ya. apalagi di postingan dr wati di atas bilang karena Virus jd nggak ada obatnya akan sembuh sendiri kecuali kondisinya berat sekali. saya juga iggnya positif smua. smua baik2 saja karena nilai masa lalu. Yang harus ada tindak lanjutnya kalau igmnya positif.
Jadi kesimpulannya : jangan dulu test cmv tanpa diagnosa yang jelas. lihat saja perkembangan anak. kalau bagus, tak perlu ditest. Toh, kalaupun di test belum ada obatnya. Kan, ditest juga kasian anaknya disuntik lagi, disuntik lagi. Apalagi diambil darah lama kan jarumnya nempel? kasian. Jadi, tenang aja. Walaupun igg positif waktu hamil, nggak perlu langsung test untuk anak tanpa diagnosa yang jelas.
Kuning (Jaundice)
Agustus 9, 2009 pada 1:12 pm | Ditulis dalam Bayi Kuning, kalau anak sakit, Muhammad Raizan Dhiyya Addien, perawatan anak | Tinggalkan Komentar
Di usia hari ke-8 bilirubin Raizan sampai 13,9. Cukup tinggi. seperti yang saya baca disini Bilirubin adalah produk utama dari penguraian sel darah merah yang tua. Bilirubin disaring dari darah oleh hati, dan dikeluarkan pada cairan empedu. Sebagaimana hati menjadi semakin rusak, bilirubin total akan meningkat. Sebagian dari bilirubin total termetabolisme, dan bagian ini disebut sebagai bilirubin langsung. Bila bagian ini mengingkat, penyebab biasanya di luar hati. Bila bilirubin langsung adalah rendah sementara bilirubin total tinggi, hal ini menunjukkan kerusakan pada hati atau pada saluran cairan empedu dalam hati. Bilirubin mengandung bahan pewarna, yang memberi warna pada kotoran. Bila tingkatnya sangat tinggi, kulit dan mata dapat menjadi kuning, yang mengakibatkan gejala ikterus.
Saat bayi dalam kandungan bilirubin indirek akan dibuang melalui plasenta selanjutnya oleh organ Hati si Ibu akan diolah menjadi bilirubin direk untuk dibawa ke usus selanjutnya dibuang lewat tinja. Tetapi setelah bayi lahir proses tersebut diatas akan dilakukan oleh organ Hati si bayi. Karena fungsi hatinya belum sempurna, proses ini akan berjalan lambat sehingga bilirubin indirek tetap tinggi di dalam darah. Bilirubin indirek inilah yang masuk ke jaringan termasuk jaringan kulit sehingga bayi kelihatan kuning mulai dari badan sampai ke ujung kaki tergantung dari derajat tinggi kadar bilirubinnya.. Selain kulit bayi terlihat kuning, putih mata si kecil juga terlihat kuning.
Penyakit kuning pada bayi ada yang bersifat fisiologis (normal) maupun patologis. Pada bayi normal umumnya kuning terjadi sekitar 3-4 hari setelah lahir, kadar bilirubin pelan-pelan menurun seiring dengan bertambah sempurnanya fungsi organ Hatinya. Pada hari ke tujuh s.d empat belas, bayi biasanya sudah tidak kuning lagi. Inilah penyakit kuning yang disebut fisiologis (normal). Kondisi ini tidak berbahaya bagi bayi. Jenis penyakit kuning yang patologis umumnys timbul pada 24 jam setelah lahir dan peningkatan kadar bilirubin berlangsung lebih cepat. Jenis penyakit kuning yang patologis ini bisa disebabkan oleh karena adanya infeksi, ketidakcocokan golongan darah si Ibu dan si bayi, serta bisa disebabkan oleh kurangnya enzim G6PD (Glukosa 6 Phosphate Dehidrogenase). Enzim ini terdapat dalam dinding sel darah merah yang berfungsi untuk mencegah kerusakan sel-sel darah merah.
Kuning karena ketidakcocokan golongan darah terjadi seandainya si Ibu bergolongan darah O sedangkan si bayi golongan darah A atau B. Ketidakcocokan juga terjadi jika golongan darah ibu rhesus negatif sedangkan si bayi rhesus positif.
Well, Raizan difototerapi. Padahal menurut info yang saya baca disini, Raizan nggak perlu fototerapi. Emang banyak kelirumonologi dalam masalah kuning ini. Seperti yang dikatakan Dr.Wati yang saya dapatkan Disini berikut kelirumonologi dari kuning :
<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} EmannnPertama, bilirubin 10 … langsung foto terapi, Padahal, yang bahaya kuning di 24 jam pertama. Titik!As simple as that!Kita aja yang bikin jadi complicated dan “mengerikan”Padahal, yang bahaya kan kuning pada bayi sakit berat (sepsis) atau pada bayiprematur.Jadi .. coba lihat tabel dan grafik kapan mesti consider phototerapy, kapan mesti phototherapy Bayi cukup bulan, bilirubin 13 hari ke 3 tapi anaknya nangisnya bagunin tetangga, ngisep kuat … ya pulang!!
Kelirumologi kedua …. Bayi baru lahir otomatis diperiksa bilirubin. Padahal,setiap mencucukkan jarum, kita potensial memasukkan infeksi. Kita hanya periksa kalau kuningnya muncul sebelum usia 24 jam … atau kalau kuning banget.
Kelirumologi ketiga, suruh kontrol usia 7 hari, kelihatan masih kuning, periksa bilirubin lagi!Kalau di atas 10, suruh terapi sinar. Padahal, yang penting adalah perilaku dan tangis si bayi.17 sekalipun kalau anaknya aktif ya sudah saja …. kan breastmilk jaundice bisa sampai 1 bulan lebih.
Kelirumologi keempat, dikasih obat puyer … kebanyakan sih isinya Questran yang kayak bubur itu …. padahal itu obat buat nurunin kolesterol … Gak nyambung kan!
Kelirumologi kelima … nih yang paling parah dan gak akan terjadi di belahan dunia manapun …. diberi ALBUMIN!!!Sedikitnya ada 2 RS di Jakarta yang memberikan albumin pada bayi kuning ….padahal albumin hanya diberikan untuk:
1. Luka bakar yang parah
2. Sirosis hati dengan asites yang hebat (cairan menumpuk di perut)
3. Sindrom nefrotik (kelainan ginjal)Padahal, efek samping albumin tuh ngeri. antara lain, DIC, edem paru.
Kelirumologi keenam bayi dijemur.
Ada penyesalan juga Raizan difoto terapi. Tapi, saya yakin ini memang yang terbaik dari Allah. but, untuk ke depan, kalau punya anak mau bener-bener mempersiapkan semuanya. Emang sih, saya yang bukan dokter ini kadang bingung kalau dihadapkan pada anjuran dokter yang tidak sesuai dengan pengetahuan yang saya dapat. Jadi, kadang saking takutnya nurut saja. Tapi, mudah-mudahan ke depan lebih kuat. Bayi kuning bukan di 24 jam pertama, obatnya adalah ASI ASI ASI ASI… sudah banyak yang membuktikan. Dengan ASI saja cukup.
6 bulan Raizan
Agustus 7, 2009 pada 5:03 pm | Ditulis dalam Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan KomentarAlhamdulillah Raizan udah gede. Di 6 bulan ini, Raizan lagi vakum(menurut bahasa saya). Karena, Raizan lagi nggak boleh banyak gerak. Karena ada tulang bahu kiri nya yang patah 2 minggu lalunya. Belum sembuh total, jadi, belum boleh ngebalik ke kiri dan belum boleh merangkak. Jadi, di usianya yang ke-6 bulan ini Raizan, umi, abi harus sabar. Raizan sabar dibatasi geraknya, umi dan abi sabar sering-sering gendong dan dengerin Raizan nangis karena Raizan sering marah geraknya dibatasi. Raizan juga agak flu. Alhamdulillah umi dapat artikel Ini dari bundanya ALana. Makasih ya Bunda.
Well, umi minta maaf karena lalai menjaga Raizan. semoga Raizan cepet pulih. Oiya…di usia Raizan yang ke-6 ini alhamdulillah Raizan mulai dikasih MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Umi masih terus berusaha ngeflash Raizan juga. Mudah-mudahan Raizan jadi anak cerdas ya… I love U Raizan…
Bayi (Raizan) jatuh dari kasur
Agustus 7, 2009 pada 4:46 pm | Ditulis dalam Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan Komentar


kaget banget waktu masuk kamar mandi. Baru aja pintu ditutup, terdengar jeritan Raizan dari kamar. Suara melengking. Kenceng banget. Baru kali pertama Raizan nangis sekencang itu. Aku buru-buru keluar kamar mandi. Dan, masih mendapati Raizan menangis kencang digendong abinya. Ya Allah ternyata Raizan yang sedang tidur dan baru aja ditinggal sebentar, terjatuh dari tempat tidurnya yang tingginya kira-kira 3 setengah jengkal tanganku (hihi…nggak ada penggaris buat ngukurnya… -nggak ngemodal MODE ON-).
Raizan menolak diberi ASI. Raizan digendong, ditimang-timang tetep nangis kenceng. Apalagi digendong pakai gendongan, tangisannya semakin menjadi. Bolak-balik coba gendong sama abi, sama aku. Kuambil minyak but-but. Dibalurkan k e kepalanya. Alhamdulillah mau mimi. Tertidur di pangkuan. Ditidurkan di kasur nangis. Nggak mau digendong abi. Cuma mau digendong aku. Tapi, alhamdulillah bisa tidur di kasur. Tapi, Cuma bentar. Nangis lagi. Mimi sambil tidur nggak mau. Mimi sambil duduk. Tidur bentar nangis lagi. Semaleman banyak nangisnya. Akhirnya, jam 4 shubuh kita berangkat. Rencana mau ke dokter 24 jam. Tapi, di mobil Raizan tidur. Akhirnya kita nunggu di mobil di parkiran depan tempat praktek dokter 24 jam. Adzan shubuh Raizan masih juga tidur. Kitapun, pergi cari mesjid. Sampai di mesjid, Raizan aku pindahkan ke abinya.Raizan langsung nangis. Tapi, karena kebelet pingin ke belakang, Raizan kubiarkan sebentar dalam gendongan abinya. Hm… masih terbayang, shubuh-shubuh, dingin orang-orang pada ke mesjid buat sholat, Raizan nangis. Mungkin orang bingung. Kenapa shubuh-shubuh bawa bayi ke mesjid. Dikiranya kita lagi pundung. Alhamdulillah, kita bisa sholat shubuh. Lalu, masuk mobil, Raizan tidur di gendonganku. Bingung mau gimana. Akhirnya kita menuju RS Al-Islam. Rencana mau ke dokter yang biasa Raizan periksa. Berharap Raizan masih bisa menunggu beberapa jam. Kita tunggu dokternya praktek. Prakteknya jam 09.00. Kita tunggu di parkiran Al-Islam.
Alhamdulillah Raizan masih bisa sabar. Pagi itu, tak secerah biasanya. Tatapan Raizan dingin. Senyumnya seperlunya saja. Tapi, diajak ngobrol orang masih bisa tersenyum. Setiap tangannya kesentuh sedikit, dia nangis. Dipindahkan gendongan langsung nangis. Akhirnya kita pindah ke ruang tunggu. Aku berbincang dengan orang tua-orang tua yang juga sedang menunggu. Berbagi cerita.
Akhirnya giliran Raizan diperiksa dokter. Ya… ditanya gimana posisi jatuhnya. Posisi jatuh Raizan tengkurep. Masih lebih aman. Tapi, dicek tangannya kalau-kalau ada tulang yang patah. Dua tangannya diangkat ke atas. Ternyata Raizan nangis. Kata dokternya dirontgen saja.
Raizan pun dirontgen. Sambil menunggu hasil roentgen, seperti biasa sambil ngobrol sama ibu-ibu. Si ibu cerita anaknya sakit panas selama 3 hari. Terus, tiba-tiba tangan anaknya nggak bias gerak. Dirontgen ternyata ada yang patah. Akhirnya harus diterapi. Alhamdulillah normal lagi. Tapi, jadi agak beda. Nggak tahu bedanya gimana.
Akhirnya suami datang bawa hasil rontgennya. Kaget lihat hasilnya. “Fraktur Klavikula kiri”. Walau nggak ngerti artinya tapi, perasaan cemas tak bisa dihindari. Hasilnya diberikan ke suster dulu. Suster bilang patah. Ya Allah…rasanya benar-benar menakutkan. Aku teringat cerita si ibu yang cerita anaknya patah tulang. Tapi, tenang dulu tunggu penjelasan dokter dulu. Dokter langsung mentransfer ke dokter tulang. Kata dokter SPA Raizan, insyaAllah bisa normal lagi. Dikasih kaya ransel gitu selama dua minggu.
Di dokter tulang Raizan dibalut perban di bahunya. Dibuat kaya angka delapan. Kaya disangga gitu. Duh, kasian. Raizan nangis waktu di iketin perban itu. Maaf ya sayang…
Pulang deh… 2 minggu lagi control.
Hikmah…
Tak mungkin ada kejadian tanpa hikmah besar di baliknya. Waktu awal, abi marah aku minta beliau menunda kemarahannya. Karena, ya gimana mau menenangkan Raizan di tengah kemarahan kita berdua. Alhamdulillah, abinya Raizan memang orang yang sabar. (Hm… tambah cinta MODE ON.. heheee… ). Bukan hanya abi yang marah. Mamakupun langsung memaki-maki diriku. Hiks… (ih… gimana ini teh? Orang lagi sedih, malah dimarah-marahin sih? Emangnya aku sengaja gitu? Emangnya aku seneng gitu lihat Raizan kesakitan gitu? Hiks… ) Lalu, Papa & Mama mertua juga nggak kalah ngambeknya. Walaupun, nggak secara langsung. Tapi, aku tahu Papa & mama mertua marah via si abi. Hiks… Oke nggak apa-apa. Ambil hikmahnya. Hikmahnya adalah mereka begitu menyayangi anakku. Dan, akhirnya mereka pun mengerti. Emang udah biasa bayi jatuh. Asal jangan diniatin aja. Hiii… jangan sampai lagi deh…
Sampai sekarang masih saja trauma. Masih deg-degan. Masih terbayang-bayang kejadian malam itu. Subhanallah. Rasa sayang ini makin terasa. Andai bisa. Ingin rasanya dalam sehari bisa 24 jam bersamanya. Tak ingin pisah sedetikpun. Ingin terus bersamanya. Sekarang Raizan adalah prioritas. Nggak mau dititip-titip. Kerjaan biarin deh. Yang penting Raizan. Hm… tapi, dalam hati aku berdo’a, “Ya Allah, Engkau yang menjaganya. Jagalah ia ada ataupun tak ada aku.”
Hikmah selanjutnya. Tentang arti syukur. Di RS, dengar cerita para ibu. Ada cerita yang sewaktu melahirkan anaknya hanya 2,01 kilo. Lalu bibirnya sumbing, ada anak yang harus terapi seminggu tiga kali karena ngga bisa nengok kanan, lehernya keras. Jadi diterapi, kaya pake bor gitu. Panas ceunah… ya Allah…
Sebenernya masih banyak hikmah yang lain. Tapi, lama ah nulisnya. Heheee… pokoknya evaluasi, doa dan syukur hikmahnya…
Pesen buat temen-temen: jangan biarkan bayi tidur atau bangun sendirian di kasur tinggi. lebih baik lesehan. terus, kalau bayi jatuh hati-hati gendongnya. Khawatir ada yang patah. tetep tenang dalam keadaan sepanik apapun ya. oiya pesen satu lagi jangan langsung urut macem-macam. kalau ada yang patah kita urut-urut, khawatir malah ada pembengkakan. penyembuhannya akan lebih sulit.
di bulan juli tanggal 25 tahun 2009
Kenapa ASI Eksklusif?
Juli 29, 2009 pada 10:53 am | Ditulis dalam ASIX, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan Komentar
Jadinya cukup “fanatik” sama yang namanya ASIX (ASI eksklusif). Pasalnya, ter”kompor-kompori” sama temen(makasih ya Bunda Alana) plus seminar KLASI. Sampe keukeuh n berusaha memberikannya. Pas lahir langsung, “Dok, IMD.” Hm… tentunya setelah sebelumnya janjian ma DSOGnya. (Thanks Dr. Delle SpOg.)
Alhamdulillah berhasil IMD. IMD ini penting lho untuk keberhasilan ASIX. Tinggal ASIX. Sesuai anjuran WHO ASIX diberikan selama 6 bulan. Bisa dilihat di sini (klik kanan, open in new tab aja ya) Walaupun Raizan dikasih antibiotic dan sempet dikasih obat juga.. tapi, nggak gitu aja nyerah nerusin ngasih ASIX sampe 6 bulan. Sampai, mertua, adik ipar, kakak ipar udah cerewet nyuruh ngasih makan aku tetep teguh (bukan TEu pararuGUH tapi.). Aku yakin dengan tindakanku. Aku hanya inginkan yang terbaik untuk buah hatiku tersayang, jundi kecilku yang sholeh… “I just try to do d’best for you… “hihiii… Terus alasan ngasih ASIX kenapa sih? Kok sampe fanatik banget?
Ini dia keunggulan pemberian ASIX:
-ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi. Termasuk hormone-hormon dansenyawa-senyawa untuk kekebalan tubuh.
-Zat gizi yang dikandung ASI dapat menyesuaikan dengan kebutuhan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi
-Mencegah bayi dari penyakit saluran pencernaan, penyakit saluran nafas, dan infeksi telinga. Karena di usia sebelum 6 bulan sistem pencernaan masih belum siap untuk menerima makanan tambahan.
- Lebih kecil kemungkinan terserang penyakit atau jatuh sakit disbanding bayi yang bukan ASIX.
Sumber: Buku Menu Sehat dan Aman untukbayi 6-12 bulan oleh Nazarina, M. Med. Sci
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

