CMV pada bayi

Agustus 18, 2009 pada 1:59 pm | Ditulis dalam CMV, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan Komentar

Raizan ditest CMV waktu umur 2 bulan. Hasilnya adalah positif 209. Kaget banget. Sempet ada takut. dan, ngeliat hasilnya segitu, aku dan suami sempet tegang dan saling terdiam tak ingin memulai perbincangan saking takutnya. Lalu, waktu itu nelpon temen yang pernah cerita waktu hamil igg dan igm rubella positif. Anaknya lahir normal alhamdulillah. dan, tak perlu test rubella. usianya sekarang sekitar 8-9 bulanan.

Lalu, kenapa Raizan harus test segala? dan, dokter menyarankan untuk test ulang di bulan ke-6 untuk melihat apakah ada penurunan atau kenaikan. Kalau turun, berarti tak ada masalah. hanya trans plasenta. turun lewat plasenta ibu. Kalau misalnya ada kenaikan artinya anaknya memang kena infeksi.

kemarin diskusi ringan dengan seorang yang sudah lebih pengalaman. bisa dibilang konselor ASI.

Begini diskusinya… aku copy pastekan :

Wanty : W test cmv iggnya positif… raizan juga iggnya positif



Dinny: Kenapa Raizan juga ditest?

Wanty : disuruh dokternya

Dinny : Diagnosanya apa?

Wanty : Nggak ada diagnosa. Raizan baik-baik aja.

Dinny : Kenapa Raizan suruh test juga? diagnosanya apa sampai Raizan disuruh test juga?

Wanty : Cuman untuk memastikan

Dinny : Emang kenapa harus dipastikan?

Wanty : katanya biasanya kalau ibunya kena, bisa turun ke anak.

Dinny : itu nilai igg ya? nilai masa lalu. Gimana igmnya?

Wanty : igm w mah negatif raizan cuma test igg

Dinny :”periksa TORCH … kalau IgG positif .. antibodi itu biasanya merupakan antibodi ibunya yang masuk ke bayimu melalui plasenta IgG gak berarti anakmu sakit (btw yang positif apa sih? bukan IGM tokso?) Kalau pun IgM CMV positif, tapi liver semuanya oke, ya gak butuh terapi apapun CMV dan rubella kan virus, gak ada obatnya.” itu jawaban dr wati d arsip2 milis sehat ya gak ada yang perlu dikhawatirkan dan gak perlu periksa TORCH or apapun yang penting anakmu normal dalam kesehariannya kan?

“Seperti dikemukakan di artikel yang diposting Dr Anto, sedikiiit sekali bayi yang terinfeksi CMV. Di Indonesia, kita belum bisa mendianosis CMV dengan akurat (harusnya dengan kultur urin dan melihat virusnya bukan dari pemeriksaan serologi IgG dan IgM). Jadi, di Indonesia, sering overdiagnosed

kedua

diagnosisnya apa siy wan? bingung saya.

Wanty : ga ada masalah kok teh sama perkembangan Raizan. Raizan kayanya normal. 6 bulan sudah tengkurep dan merayap, ngoceh, jerit-jerit, teriak-teriak, ketawa-ketawa ngekeh.

Dinny : kalo tau diagnosisnya apalagi dlm bahasa medis kita bisa sama2 belajar, nah itu nggak ada masalah. menurut saya sih fine2 saja ya. apalagi di postingan dr wati di atas bilang karena Virus jd nggak ada obatnya akan sembuh sendiri kecuali kondisinya berat sekali. saya juga iggnya positif smua. smua baik2 saja karena nilai masa lalu. Yang harus ada tindak lanjutnya kalau igmnya positif.

Jadi kesimpulannya : jangan dulu test cmv tanpa diagnosa yang jelas. lihat saja perkembangan anak. kalau bagus, tak perlu ditest. Toh, kalaupun di test belum ada obatnya. Kan, ditest juga kasian anaknya disuntik lagi, disuntik lagi. Apalagi diambil darah lama kan jarumnya nempel? kasian. Jadi, tenang aja. Walaupun igg positif waktu hamil, nggak perlu langsung test untuk anak tanpa diagnosa yang jelas.




Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.