Puasa walaupun Menyusui
Agustus 30, 2009 pada 2:10 pm | Ditulis dalam ASIX | Tinggalkan KomentarSempet sedih mau bulan puasa tuh. wah, gawat masa menyambut bulan ramadhan sedih? padahal kan katanya orang beriman tuh harus gembira sambut hari yang penuh ampunan dan berkah itu. Tapi, walaupun sedih akhirnya kuputuskan untuk tetep bahagia walau awal-awal tetep berfikir nggak bisa ikut puasa karena menyusui. Tapi, ternyata alhamdulillah dapet info dari temen. katanya menyusui bisa juga tuh puasa. coba tengok nih artikel. berguna banget. buat yang lagi menyusui dan ingin tetep puasa. eits, kayanya cocok juga dibaca ibu hamil. ya… siapapun juga. so, bacalah dengan seksama…
ASI Lancar Walau Berpuasa
Minggu, 7 September 2008 | 12:09 WIB
Jangan khawatir bayi akan kekurangan ASI, karena pada dasarnya puasa hanya mengubah jadwal makan.
SELAMA bulan Ramadan, ibu menyusui sebenarnya bebas memilih untuk berpuasa atau tidak. Jika memilih tidak, kebanyakan beralasan bahwa puasa sebulan akan menurunkan produksi ASI. Seperti yang kita tahu, ASI harus selalu lancar agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sang bayi. Alasan lainnya, kegiatan menyusui yang menguras tenaga akan membuat ibu makin lemas dan tak kuat berpuasa. Maklumlah, beberapa saat setelah menyusui biasanya ibu merasa lapar, bukan?
Semua kekhawatiran itu wajar saja adanya, tapi sebenarnya tak beralasan sama sekali. Seperti dikatakan dr. Etiza Adi Murbawani, M.Si., secara klinis, kegiatan puasa hanya mengubah jadwal makan. Yang berubah hanya waktu makannya saja, kok. Sementara, asupan makanan yang dikonsumsi ibu menyusui selama berpuasa bisa dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.
TAMBAH KALORI
Hanya saja, tambah staf pengajar pada Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang ini, ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih besar. “Untuk memproduksi ASI se-banyak 850 cc, ibu perlu menambahkan kurang lebih 1000 kalori dari kebutuhan wanita dewasa normal. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI, sekaligus memulihkan kesehatan usai persalinan.”
Dengan berpatokan pada angka kebutuhan tersebut, selama berpuasa, ibu hanya perlu mengubah jadwal makan saja. Jika ibu menyusui terbiasa makan dengan porsi sedikit tapi sering, maka di bulan Ramadan porsi yang sedikit itu harus ditambah. Alasannya, acara makan berat di bulan tersebut cuma dilakukan pada saat berbuka dan sahur. Etiza menganjurkan untuk menyantap dulu makanan pembuka yang manis-manis guna menghindari mual. Setelah salat Magrib, barulah mengonsumsi makanan berat.
Jika ibu tak dapat sepenuhnya menambah porsi dalam sekali makan, maka yang dapat dilakukan adalah mengganti satu kali makan berat porsi normal dengan dua kali makan berat porsi kecil. Caranya, saat berbuka puasa, mulailah dengan makanan pembuka lalu salat Magrib. Usai salat Magrib, lanjutkan makan besar dengan porsi kecil. Setelah itu ibu melakukan salat Tarawih. Selesai salat, ibu menggenapi makan besarnya dengan porsi kecil kedua. Dengan demikian, kebutuhan porsi makannya tetap terpenuhi di waktu berbuka.
PERBANYAK CAIRAN
Sejak waktu berbuka hingga sahur, Etiza menyarankan agar ibu menyusui banyak-banyak meneguk cairan. “Cairan itu bisa berasal dari air putih, buah-buahan, dan susu.”
Khusus susu, Etiza sangat menganjurkan ibu menyusui untuk mengonsumsinya. Kandungan kalsium pada susu sangat berguna untuk kebutuhan ibu dan bayi. “Namun, jangan langsung minum susu begitu tiba waktu berbuka karena dapat menyebabkan mual. Sebaiknya susu diminum setelah menyantap makanan kecil. Satu gelas lagi diminum menjelang tidur malam. Kemudian satu gelas lagi saat sahur.” Jika tetap terasa mual, disarankan untuk minum susu kedelai.
BARENGI ISTIRAHAT
Kala berpuasa, jika ibu merasa sangat lemas sehabis menyusui, maka beristirahatlah. Entah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Ingat, sukses tidaknya menyusui, salah satunya dibarengi dengan pikiran yang tenang dan positif. “Kalau ibu menyusui yang berpuasa yakin tak akan merasa lemas, maka ia tak akan lemas. Dan jika ia yakin bisa memberikan ASI selama puasa, maka ASI-nya juga akan keluar terus.”
Apalagi pengeluaran ASI juga dipengaruhi oleh isapan bayi. Semakin sering diisap, produksinya akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.
Menurut Etiza, ASI yang tak keluar penyebabnya lebih sering berkaitan dengan kondisi psikis ibu semisal stres. “Justru kalau di bulan puasa ibu banyak beribadah dan berdoa dengan tenang sembari tetap menyusui dan yakin kegiatan puasa tak akan menghalangi pemberian ASI, niscaya kandungan dan jumlah ASI tak akan berpengaruh pada bayi. ASI tetap akan lancar.”
Ingat lo, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingannya. Bagaimanapun, berpuasa bagi ibu menyusui adalah pilihan. Jika tidak sanggup menjalaninya, ibu dapat menggantinya dengan bentuk ibadah yang lain. Namun, jika tetap ingin menjalani keduanya, ikuti kiat tadi. Kuncinya cuma asupan gizi yang baik dan tepat, juga pikiran yang positif.
CONTOH MENU DAN JADWAL MAKAN SELAMA PUASA
SAHUR:
* 1 gelas susu
* 1 porsi nasi putih
* 1 porsi ampela ati masak kecap
* 1 porsi urap sayuran
* 2 potong tempe bacem
* Potongan buah mangga atau sebuah jeruk pontianak ukuran besar
* 3 gelas air putih
BUKA PUASA:
- Pukul 18.00 (setelah bedug tanda buka puasa)
* 1 gelas teh manis
* 1 kroket ragut atau camilan berkarbohidrat
* 1 gelas jus semangka atau jus pepaya
- Pukul 19.00 (setelah salat Magrib)
* 1 gelas susu
- Pukul 20.30 atau 21.00 (setelah salat salat Isya dan Tarawih), makan malam terdiri atas:
* 1 porsi nasi putih
* 1 porsi daging sapi bumbu bali atau masakan daging, ayam, dan ikan lainnya
* 2 tahu goreng atau tempe goreng tepung
* 1 porsi tumis kacang panjang dan tauge atau capcay
* 1 buah apel atau pisang
- Pukul 22.00 (menjelang tidur)
* 1 gelas susu
Catatan:
* Tambahan sekitar 300-500 kalori setiap hari dapat diperoleh dengan cara minum teh manis atau mengonsumsi makanan pembuka yang manis seperti semangkuk kolak pisang atau segelas es cendol yang bernilai 280-300 kalori. Dengan begitu, kebutuhan kalori yang sangat penting bagi ibu menyusui tetap dapat terpenuhi.
* Di waktu berbuka sampai menjelang tidur, ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi air putih sebanyak yang mampu dilakukan. Begitu pun saat sahur.
Penulis : Santi Hartono
http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 09/07/12095819/ asi.lancar. walau.berpuasa
Memilih Tempat Bersalin
Agustus 7, 2009 pada 6:10 pm | Ditulis dalam ASIX, persalinan | Tinggalkan Komentar
Bukan perkara mudah mencari tempat bersalin yang “sesuai” dengan harapan kita. Tak bisa juga kita mempercayakan begitu saja pada tempat yang sudah kita pilih tanpa alasan-alasan yang jelas. Tak bijak kita mempercayakan pada “yang sudah ahli” tanpa kita sendiripun mencari yang terbaik untuk kita, terlebih untuk calon anak kita, untuk anak kita. Ini bukan perkara mahal atau tidaknya tempat tersebut, bukan juga perkara ‘bergengsi” atau tidaknya tempat tersebut, pun senior atau junior dokter tersebut. bukan. Tapi, perkara apakah Rumah sakit, rumah bersalin, atau tempat bersalin itu “sayang bayi” atau tidak? Apa sih maksudnya “sayang bayi”? Artinya apakah di tempat itu bukan hanya mengutamakan kesehatan ibu saat melahirkan tapi juga kesehatan bayi melalui penginformasian ASI secara benar, memberi waktu bagi si ibu untuk menyusui bayinya? Pun, menyatukan ruangan antara ibu dan bayinya (rawat gabung), dan yang terpenting tidak memberikan susu formula kepada bayi yang baru dilahirkan.
Jadi, persiapan untuk melahirkan dan bagaimana memberikan yang terbaik untuk buah hati kita sangat dibutuhkan. Coba lihat dulu ini. Harus terus update informasi mulai dari banyak tanya, banyak baca, banyak nanya mbah google, ikut-ikut milist, ikutan seminar, dst.
Lalu selanjutnya searching tempat bersalin. Nah, biar enak jauh-jauh hari kita harus udah controlnya sama dokter or bidan ditempat bersalin tersebut. Biar gampang diajak diskusi dan bisa negosiasi.
Rangkaian ASI Eksklusif
Agustus 7, 2009 pada 5:21 pm | Ditulis dalam ASIX | Tinggalkan KomentarMaksudnya rangkaian adalah hal-hal yang mendukung ASIX
Yaitu :
Pertama :IMD(Inisiasi Menyusui Dini). IMD menentukan pemberian ASI selanjutnya. IMD merangsang anak untuk bisa mudah menyusu dan merangsang produksi ASI. so, jauh-jauh hari sebelum persalinan pelajari tentang IMD. dan, cari Rumah sakit dan bidan/dokter Obgin yang pro IMD. or, minimal tidak keberatan dengan IMD ini. (recommend SPOg di Bandung adalah Dr. Delle SpOg, Dr. Setiorini SpOG,… kalau ada recommend yang lain infokan ya… )
Kedua, Rawat Gabung. Maksudnya rawat gabung adalah ibu dan bayi tidak dipisah ruangan. kenapa tidak dipisah? karena dengan bersatunya kamar ibu dan bayi, bisa terpantau dari pemberian susu formula. Ada beberapa rumah sakit yang memberikan susu formula sebagai makanan pertama bayi. bahkan ada yang sampai menolak minum ASI (pengalaman saudaraku). Sesedikit apapun ASI pertama, usahakan tetap beri ASI. walaupun, belum keluar di hari pertama, jangan lantas menyerah. bayi baru lahir tahan 2×24 jam tanpa asupan makanan apapun.
ketiga, Manajemen Laktasi. terutama untuk ibu bekerja. perahlah setiap 2 jam sekali.
sumber : berbagai sumber pokoknya…
Kenapa ASI Eksklusif?
Juli 29, 2009 pada 10:53 am | Ditulis dalam ASIX, Muhammad Raizan Dhiyya Addien | Tinggalkan Komentar
Jadinya cukup “fanatik” sama yang namanya ASIX (ASI eksklusif). Pasalnya, ter”kompor-kompori” sama temen(makasih ya Bunda Alana) plus seminar KLASI. Sampe keukeuh n berusaha memberikannya. Pas lahir langsung, “Dok, IMD.” Hm… tentunya setelah sebelumnya janjian ma DSOGnya. (Thanks Dr. Delle SpOg.)
Alhamdulillah berhasil IMD. IMD ini penting lho untuk keberhasilan ASIX. Tinggal ASIX. Sesuai anjuran WHO ASIX diberikan selama 6 bulan. Bisa dilihat di sini (klik kanan, open in new tab aja ya) Walaupun Raizan dikasih antibiotic dan sempet dikasih obat juga.. tapi, nggak gitu aja nyerah nerusin ngasih ASIX sampe 6 bulan. Sampai, mertua, adik ipar, kakak ipar udah cerewet nyuruh ngasih makan aku tetep teguh (bukan TEu pararuGUH tapi.). Aku yakin dengan tindakanku. Aku hanya inginkan yang terbaik untuk buah hatiku tersayang, jundi kecilku yang sholeh… “I just try to do d’best for you… “hihiii… Terus alasan ngasih ASIX kenapa sih? Kok sampe fanatik banget?
Ini dia keunggulan pemberian ASIX:
-ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi. Termasuk hormone-hormon dansenyawa-senyawa untuk kekebalan tubuh.
-Zat gizi yang dikandung ASI dapat menyesuaikan dengan kebutuhan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi
-Mencegah bayi dari penyakit saluran pencernaan, penyakit saluran nafas, dan infeksi telinga. Karena di usia sebelum 6 bulan sistem pencernaan masih belum siap untuk menerima makanan tambahan.
- Lebih kecil kemungkinan terserang penyakit atau jatuh sakit disbanding bayi yang bukan ASIX.
Sumber: Buku Menu Sehat dan Aman untukbayi 6-12 bulan oleh Nazarina, M. Med. Sci
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.